Kamis, 21 April 2011

Makanan Daerah

A. MAKANAN DAERAH
Makanan daerah ialah makanan yang di konsumsi disuatu daerah tertentu dan biasanya makanan itu menjadi ciri khas dari daerah tersebut.
Yang dimaksud Pola Makanan Daerah yaitu cara atau kebiasaan makan disuatu daerah yang di pengaruhi oleh keadaan alam dan lingkungan dimana manusia itu tinggal. Sehingga beberapa faktor sangat mempengaruhi.


B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA MAKAN DAERAH
1. Faktor Iklim dan Musim
Faktor Iklim adalah faktor yang sangat mempengaruhi masyarakat disuatu daerah dalam mengkonsumsi makanan, baik itu jenis makanannya maupun cara pengolahannya. Contoh : Pada iklim panas/cuaca panas orang banyak mengkonsumsi makanan dan sayur-sayuran atau buah-buahan yang segar, juga cara pengolahannya (biasanya diolah dengan kuah banyak) Sebaliknya pada cuaca dingin masyarakat banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak, pedas, dan kental.
Iklim sangat menentukan pola makanan suatu daerah, begitu pula musim. Perbedaan musim juga berpengaruh pada pola makan. Contoh menu yang dipengaruhi oleh faktor iklim.
Table 1. menu yang dipengaruhi faktor iklim.
Menu Iklim Cuaca panas Menu Iklim Cuaca Dingin
Makanan Pokok : ü  Nasi
ü  Sayur asem, sayur bening, sayur sop
ü  Sambal
ü  Tempe goreng, ikan asin

Buah-buahan :
ü  Jeruk, nanas, semangka

Makanan kecil / selingan :
ü  Macam-macam kolak
ü  Macam-macam bubur

Minuman :
ü  Es dawet, es teh, es kelapa muda / degan, es buah (dingin)
Makanan pokok : ü  Nasi
ü  Sayur oseng, sambal goreng
ü  Tempe, tahu, ikan laut

Buah-buahan :
ü  Pisang, duku, klengkeng, melon

Makanan kecil / selingan :
ü  Tempe goreng / mendoan
ü  Pisang goreng, singkong goreng
Minuman :
ü  Kopi, susu, teh jahe (panas)
Faktor musim adalah faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk menyediakan makanan bagi keluarganya, terutama bagi masyarakat yang ekonominya menengah kebawah.

2. Faktor Manusia/Masyarakat
Selain faktor daya beli pola makanan suatu daerah dipengaruhi juga tentang suka dan tidak suka terhadap suatu makanan. Kesukaan mengkonsumsi makanan pada masyarakat ini dipengaruhi tempat tinggal, adat atau kebiasaan, hasil mata pencaharian, dan lain-lain.
Masyarakat yang tinggal didaerah sejuk /dingin lebih suka masakan yang rasanya manis. Sedangkan masyarakat yang tinggal di pesisir atau pantai (daerah panas) lebih menyukai manakan yang rasanya asin. Misalnya :
Ø  Yogyakarta dengan maskan gudegnya, Magelang getuk, Solo tahu bacem, srabi, Banjarnegara dawet, dan lain-lain. Masyarakat didaerah tersebut mengkonsumsi makanan dengan rasa manis.
Ø  Daerah Tegal, Brebes, Pekalongan, Cilacap, Jepara, daerah tersebut masyarakatnya mengkonsumsi makanan dipengaruhi oleh mata pencahariannya yaitu ikan dari laut, makanya maskananya cenderung asin.
Table 2. Perbedaan Kesukaan Makanan Orang di Daerah Sejuk dan Panas
Konsumsi makanan orang beriklim sejuk Konsumsi makanan orang beriklim panas
ü  Rasanya manis ü  Berkuah Kental
ü  Makanan banyak mengandung lemak dan protein
ü  Masakan panas
ü  Buah tidak banyak kandungan airnya
ü Rasanya pedas asin ü Berkuah bening
ü Makanan banyak mengandung hidrat arang, vitamin dan mineral
ü Maskan dingin
ü Buah yang banyak kandungan airnya
3.      Faktor  Agama atau Kepercayaan
Faktor ini ada hubungannya dengan kepercayaan masyarakat yang sangat sakral, mereka memenuhi kebutuhan makan tidak semua mereka manfaatkan.
Contoh :
Daerah yang banyak dihuni oelh masyarakat yang beraga Islam, didaerah tersebut tidak ada orang yang menjual daging babi, saren, atau makanan yang menurut agama dilarang.
Pulau Bali masyarakatnya mempunyai kepercayaan bahwa sapi merupakan binatang suci. Maka Bali mayoritas masyarakatnya tidak memakan daging sapi.
Di samping faktor agama dan kepercyaan, ada larangan-larangan pada suatu daerah karena alasan ‘‘kesehatan“ .
This entry was posted in EDUCATION, WIRA USAHA WIRA USAHAand tagged , , . Bookmark the permalink. Edit
Poskan Komentar